Homeserver #3: Backing up photo to local network (Bittorent Sync)

On my last post, I asked which software should I install in my home server. I want to be able to backup my Android photos to my Intel Nuc Home Server, so look up for possible solutions online. 

And the best solution? BitTorent Sync. Yes, there are other softwares that could back up your photos to your local network via wifi, such as this one, but if you also want to back up files in the future, I think bittorent sync would be the better platform. 

You have to install bittorent sync in your Android phone and in your Home Server PC, and then set them up. 



Now, I want my BT Sync to work only with my local IP. Also, I will have to make sure that BTSync will only backup -- instead of sync -- my files. We'll deal with this later.

Homeserver #2: Which software should you install on your Home Server?

Other the operating system, this is the list of apps running on my Intel NUC home server:

  • XAMPP. What is for? Well, XAMPP is used to run apache, mysql, php and perl. For now, I only active the apache. More on this later.
  • Plex. Installed as my media library and for watching videos.
  • Crashplan. A backup tool for all PCs in my home network.
  • Calibre. A software that hosts my ebook library.  
  • Cops. Web based calibre content server. This is the reason why I need Apache to be running on my server. Cops client is dependent on Apache. With cops, I can access my books through the local DNS. 
  • Unified Remote. This is a remote control app that works over wifi (and bluetooth). I installed the server on my home server and the client/controller on my Android. 
The server is connected to my TV. So my dumb TV is now becoming rather "smart". I use unified remote to control Plex, browse the internet, shut it down  and control other apps.

Anything else I should install on my NUC?

Homeserver #1: Cost of Amahi Apps

Been considering to create a home server for both fun and work and now browsing at relevant apps. Amahi looks pretty cool, but it's not entirely free. The Amahi software itself is free but the apps are not. The cost of each Amahi apps are not readily transparent. But if you sign up, you'll find out how much it cost. Here's a snippet:






Seems quite pricey for me. So. for now, I think I'll just use a regular Windows with XAMPP for my homeserver, and I'll install this apps separately.

Mohon matikan rokoknya, suami saya Asma dan ada Bayi….

 

Jum’at, 9 Mei 2014, saya, istri saya dan bayi kami yang berumur 6 bulan,  pergi ke sebuah rumah makan di daerah  wisata kuliner Lodaya, Bogor. Tidak banyak pengunjung di rumah makan tersebut, namun ada sekelompok orang di sebuah meja tengah tampak sedang merokok. Ada 4 orang di meja itu, setidaknya ada 3 orang yang tampak merokok (Lelaki, perempuan berjilbab dan perempuan berambut panjang).

Merokok di Area Non-Smoking Dekat Bayi

Di depan rumah makan tersebut ada sebuah baliho vertikal dengan tanda larangan merokok dan kutipan pasal dari Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok Kotamadya Bogor. Di atas setiap meja makan restoran tersebut juga ada plakat plastik dengan tanda larangan merokoknya serta kutipan Perda KTR Bogor. Perda KTR Bogor juga memberikan beberapa sanksi administratif, denda dan kurungan terhadap beberapa jenis pelanggaran.

Sambil menggendong anak bayi saya yang berusia 6 bulan, istri saya dari meja kami mengangkat plakat larangan merokok dan berkata (kira-kira): “Mas, ada anak bayi dan suami saya asma, rokoknya tolong dimatikan ya”. Ada sedikit argumentasi dengan beberapa wanita yang duduk di meja itu yang tampaknya keberatan, tapi kemudian Pria itu menjawab, “Oh iya, ma’af” dan kemudian mematikan rokoknya.

Namun beberapa saat kemudian, kami masih menghirup asap rokok. Saya meminta kepada pelayan restoran agar memanggil manajernya. Pelayan bilang, bahwa manajernya tidak ada. Dia juga bilang, bahwa kalau ada Satpol PP, mereka bisa kena razia. Saya pun menghampiri mereka. Dengan sangat amat sopan sekali saya bilang permisi. Saya meminta mereka mematikan rokoknya. Tapi tidak digubris. Saya pun mengingatkan sebagai orang hukum, dengan menunjuk plakat Perda KTR di mejanya bahwa di rumah makan ini merokok dilarang. Tetapi beberapa dari mereka tidak menerima dan kemudian saya terlibat beberapa argumentasi. Salah seorang diantara mereka, Ibu Ibu berjilbab yang sedang merokok,  bilang bahwa sebelum kami datang banyak juga yang merokok dan baru ini dia dikomplain. Saya menjawab: ada larangan malah dilanggar ramai ramai. Tapi hukumnya, sebagaimana tertulis di meja Ibu adalah disini dilarang merokok [Lihat Argumentum ad Populum]. Salah satu perempuan di meja tersebut juga bilang dia anak anggota**. Saya bertanya, anak anggota apa, DPR?, siapa namanya?Yang tidak dijawab oleh mereka. Belakangan kami baru tau istilah “anak anggota” biasa dipakai untuk anak aparat tertentu. Entah benar atau tidak.

IMG_20140509_162847

IMG_20140509_162844

Istri saya sempat mengambil foto saya yang sedang meminta mereka untuk berhenti merokok di area non-smoking tersebut. Dia juga berujar bahwa foto saya meminta mereka berhenti merokok tersebut akan kami unggah ke media sosial.

Namun berkali-kali permintaan kami ditentang. Kami terpaksa keluar dan pergi ke restoran di seberang jalan.

Wanita berambut panjang ** [yang mengaku anak “anggota”] membuka Pintu Mobil, Memaksa Istri Turun dan Mencoba Merebut HP Saat Istri Menggendong Bayi

Selesai di restoran kedua, saya mengambil mobil dan menjemput anak istri saya. Ketika mobil kami siap meninggalkan restaurant, istri saya yang duduk di belakang bersama bayi kami mengambil foto bagian depan restoran tersebut. Rupanya orang yang berargumentasi dengan kami tadi sedang beranjak meninggalkan restoran. Tampaknya mereka melihat kami mengambil foto dan berjalan ke arah mobil kami.

IMG_20140509_165426

foto: bagian depan rumah makan di Lodaya dengan mobil pelaku parkir di depan nya

Ibu perokok berjilbab berjalan ke pintu saya dan berkata “ini pelanggaran”, saya tidak tahu apa maksudnya. Karena jalan tersebut sempit dan banyak kendaraan antre di belakang, saya bilang saya akan turun setelah memarkirkan kendaraan, tapi si ibu dan temannya tetap berada di dekat mobil kami, menciptakan kemacetan jalan. Si Ibu perokok berjilbab sempat menuduh kami mengancam mereka dan bilang punya pengacara di rumah. Lalu istri saya menjelaskan bukan mengancam, hanya punya suami yang asma dan anak yang alergi. istri saya juga menyampaikan bahwa dia sudah bilang baik-baik berkali kali minta agar mereka tidak merokok. Akan tetapi, lagi lagi alasan si Ibu; dari tadi banyak yang merokok, baru kami saja yang komplain. Dia juga berdalih bahwa dia juga bengek. Loh?!

IMG_20140509_165511

foto: tiga orang pelaku mendekati mobil kami menyuruh keluar dari mobil, membuka pintu dan berusaha merampas hand phone istri saya.

Seorang perempuan lainnya, yang berambut panjang dan mengaku anak “anggota”, dengan kasar menyuruh istri saya menyerahkan handphone nya dan turun dari mobil. Bayi kami ketakutan mendengan hentakan hentakan suara kasar, ia menangis terus menerus. Istri saya mengangkat anak kami dari car seat ke gendongan. Karena hand phone istri tidak diberikan, perempuan itu lalu membuka tanpa izin pintu mobil belakang dimana istri saya dan anak saya berada. Kemudian perempuan itu berusaha mengambil handphonenya tapi istri saya mengelak dan rengkuhan tangannya mengenai tangan istri saya.

IMG_20140509_165550

foto: tangan perempuan yang mengaku sebagai “anak anggota” berusaha merampas hand phone istri saya tapi gagal.

Untung tukang parkir restaurant datang melerai, istri saya buru-buru menutup pintu mobil. Masih ketakutan dikeroyok saat menggendong bayi, istri saya berteriak “…tolong…tolong…”. Mendengar istri saya berteriak, perempuan yang berambut panjang mengeluarkan kata-kata tidak menyenangkan sambil beranjak pergi ke seberang jalan ke arah mobil mereka. Karena jalanannya kecil dan kondisinya ramai, banyak sekali saksi yang melihat kejadian itu. 

Sebagai penderita asma dan ayah dari bayi yang alergian, ini bukan pertama kali kami meminta perokok mematikan rokok nya di tempat umum. Kami simpatik sekali dengan perokok yang sukarela berhenti merokok saat melihat saya batuk-batuk atau membawa bayi. Kami sadar berhenti merokok itu sulit sekali, jadi bagi teman teman perokok yang rela mematikan api nya untuk kami, salut! Kami pun tidak menilai para perokok yang membully kami sore tadi adalah orang jahat. Tentu mereka manusia juga, punya sisi baik dan buruk. Namun kami merasa sudah terlalu sering melihat dan menjadi korban small injustices. Merokok lah di tempat yang disediakan, yang tidak merugikan orang lain. Sudah saat nya kita stand up, mengkonfrontasikan hak menolak menjadi perokok pasif dan mengkampanyekan sikap welas asih kepada publik.

***********

Crowdmapping

Entah apa ada yang sudah dengar platform ushahidi, tapi lumayan menarik untuk menjaring data secara crowdsourcing, contohnya http://www.greatlakescommonsmap.org/


di Indo http://rujak.org/ setahu saya pernah install di web nya, tapi kurang updated, mungkin karena kurang insentif orang untuk report dan update.

kalau saya lebih cenderung pakai google map saja, karena lebih gampang untuk collaborate dan buat mark-up nya serta kml nya gampang di export, untuk melaporkan insiden polusi, kebakaran, kecelakaan, jalan rusak dan sebagainya.

ada lagi openstreetmap, yang katanya bagus buat neighborhood mapping, tapi saya belum pernah coba.

 

PhD foot note

@ailumulia says: 21.30. Kamchay Mear. Sitting on my bed, under the mosquito net, in a very warm night. Holding my pee, too lazy to go to the toilet which is outside the house, meters away from the front door. Swallowed 2 strong migraine pills. Loud music from neighbor party is banging my ears.

Too dizzy to stand still for my night prayer, almost vomited. Had cookies and milk for dinner. The only restaurant has been closed for days. Am having noodles again and again. Don't know how to use traditional stove works.

Sitting and praying. Talking to God.
Allah, help me to accept this. I know years or months from now, I will wish I enjoy this moment more than I am now. So help me to accept that this is home for now. Help me to accept that my neighbors are incredible noisy. That the toilet is so far away. That tonight is so hot. That I can't hug my other half until 2 weeks from now. That my hormone is trying to kill me once or twice every month. Help me to accept. That's all I need for tonight.

Love u always, God.
M

Selamat Tahun Baru 2013

@ailumulia write: When I started 2012, I made it very clear that this year will be the hard work year. The year when I must finish most of my field work, Mova must submit and defend his PhD thesis, and the year when we must maintain on and off (again) long distance relationship.

So against all temptations, I put aside desires and unrealistic plans. I said to my self, 2012 I will focus on 2 most matters in my life at this stage: my relationship with Mova and my PhD. It was not easy to focus on only 2 things, since I have million other important things. But to do/be good at these 2 are hard enough. And to maintain these 2 are my priority, at this stage.

Here we are at the end of 2012, I am so grateful for what Mova and I have achieved so far. But this year is not ending yet. To Mova and I, the real new sheet will start in February. Both Mova and I have big milestones in February. And before we pass these milestones, it is hard to speak about new resolution.

Nonetheless, expectations are hardest to kill. This evening, while looking at the last sunset of this year, I prayed for 3 kinds of improvements in me. And in these self improvements, I shall focus on my personality development in 2013.

Happy new year 2013 to those of you who celebrate. Best wishes :)

M&M